Loading...

Loading...

ASTAGA !! Gara-gara Uang THR, Ibu ini Aniaya Anak Kandungnya Sampai Tewas

Loading...
Syaiful Anwar (8) harus meregang nyawa di tangan ibu kandungnya sendiri, Ani Musrifa (42), warga Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang, usai dipukuli secara bertubi-tubi, Selasa (19/6/2018) sore.

Dengan berurai air mata, Ani menceritakan awal mula peristiwa pilu itu terjadi. Selasa (19/6/2018) sore, Ani mengetahui bahwa uangnya sebesar Rp51 ribu telah hilang. Uang itu sedianya akan diberikan kepada tamu sebagai uang Lebaran.

Kemudian tersangka menanyakan perihal uang tersebut kepada anaknya. Tanpa ada sangkalan, korban mengakui telah mengambil uang milik tersangka. Sebagian Rp26 ribu sudah dipergunakan anaknya untuk membeli layangan. Sisanya akan digunakan untuk ke Lumajang, ke rumah neneknya.

Usai mengakui perbuatannya, Syaiful yang sore itu sudah mandi kembali bermain layangan. Saat pulang, kondisinya sudah kotor. Tersangka menyeret Syaiful ke ruang tamu dan ditelanjangi. Kemudian dibawa ke kamar mandi. 

Ani lalu memukuli anaknya secara membabi buta. Menggunakan gayung, dia memukuli anaknya. Mulai tulang kering kaki, tangan, dada, dan kepala. Bahkan gagang gayung yang dipergunakannya patah.




“Saya mandikan, saya guyur pakai air, saya pukuli juga. Dia mengambil uang saya," katanya dengan mata berurai air mata, saat dimintai keterangan di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Malang, Rabu (20/6/2018) sore. 

Setelah dimandikan dan dipukuli, korban masuk ke kamarnya dan tidur. Ketika bangun pada Rabu (20/6/2018) pagi, Syaiful sempat muntah tiga kali. Bahkan mengaku pusing dan jatuh. "Bilang pusing tapi saya kira pusing biasa. Dia sempat minta minum juga," imbuh Ani.

Sebelum meregang nyawa, Syaiful diketahui sempat kejang. Dia dibawa ke Puskesmas setempat. Kemudian dirujuk ke RS Hasta. Kemungkinan karena kondisi parah, korban lantas dibawa ke RSUD Kanjuruhan. 

Atas perbuatannya, tersangka dikenai pasal 80 ayat 3 dan 4 UU nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukuman 20 tahun penjara.
loading...